Tempat Kongkow Paling Asyik di Kampung Inggris Pare

Tempat Kongkow Paling Asyik di Kampung Inggris Pare

Category : BLOG

Saat kita berkunjung ke sebuah tempat atau wilayah baru, pastinya kita akan merasa penasaran terhadap tempat yang asik untuk nonggkrong bersantai ria, terutama bagi para kawula muda. Selain tempat kursus yang efektif, Kampung Inggris Pare juga memiliki beberapa tempat tongkrongan yang asyik disekitarnya. Lewat artikel ini kami akan berikan deskripsi singkat sebagai informasi bagi anda yang ingin berkunjung ke sini.

1. Garuda Park

Ini adalah salah satu spot tongkrongan yang banyak dikunjungin oleh warga dan anak kursusan yang sedang belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare. Saat anda nongkrong di siuni, sebuah tugu yang terdapat patung Garuda diatasnya adalah salah satu pemandangan yang tersaji. Tugu ini merupakan satu dari banyaknya landscape Kampung Inggris Pare. Tempat ini hanya ramai dikunjungi oleh para anak tongkrongan di malam minggu. Di tempat ini para warga dan anak kursusan banyak yang menghabiskan waktu liburnya untuk bersenda gurau sambil menikmati kuliner khas Pare. Selain rasanya yang lezat, harganya pun sangat terjangkau. Hal ini yang membuat suasana nongkrong semakin asyik.

2. Taman Kilisuci

Taman yang berlokasi bersebelahan dengan Mesjid Agung Pare (An-Nur) ini adalah opsi lain bagi anda yang ingin bersantai sambil menikmati pemandangan disekitarnya. Taman Kilisuci Kampung Inggris Pare ini merupakan Taman Kota Pare yang sengaja dibangun oleh pemerintah setempat beberapa tahun lalu. Bisa dibilang masih baru. Warga sekitar telah menjadikan taman ini sebagai salah satu tempat untuk menghabiskan waktunya bersama kerabat, teman, maupun keluarga, terutama pada malam minggu. Duduk santai sambil menikmati cemilan adalah sajian yang umum di sini. Dan tidak sedikit para siswa kursusan Kampung Inggris Pare bermain sambil belajar di sekitar air mancur yang berada persis di tengah-tengah taman. Selain itu, ada pula orang tua atau kakak yang menemani anak atau adik kecilnya yang sedang asyik bermain ayunan atau enjot-enjotan di sisi timur taman.

Jika kalian ingin nongkrong di taman ini, jangan khawatir kelaparan atau kehausan. Karena di sekitar taman kita bisa jumpai banyak sekali jajanan, mulai dari cemilan ringan sampai nasi goring, dari kopi hingga es jus. Tidak kalah canggihnya dengan taman-taman yang berada di kota besar, di sisi pojok barat taman kalian juga bisa jumpai banyak pengunjung yang nongkrong sambil online sepuasnya karena ada layanan wi-fi 24 jam yang disediakan pengurus taman. Asyik kan!

3. Alun-alun Kota Pare

Alun-alun ini sebenarnya adalah taman kota awal yang telah dibangun pemerintah lokal untuk warga sekitar. Sebelum kami gambarkan, mari kita sepakati nama taman kota ini dengan alun-alun karena warga setempat pun menyebutnya demikian. Di hari libur (Sabtu – Minggu) banyak orang berdatangan ke tempat ini untuk bersantai. Alun-alun ini dikelilingi oleh para pedagang dan beberapa gedung 2-3 lantai. Karena posisinya yang berada di tengah kota Pare dan menjadi jalur utama, tempat ini sering dilewati kendaraan bermotor yang berlalu lalang menuju Jombang, Surabaya, dan Malang. Karena kebersihannya, Pare pernah mendapatkan penghargaan Adipura. Sebab itu, pemerintah membangun monumen Adipura di pertigaan jalan utama untuk mengabadikan momen luar biasa tersebut.
Jika anda penasaran dengan makanan khas kota Pare, di sini anda akan menemukannya dengan mudah. Banyak sekali berjejer para pedagang Pecel Tumpang dan Es Degan dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan kota lain. Selain itu, ada juga penjual susu murni yang baik untuk kesehatan tubuh kita. Mereka yang pernah kursus di Kampung Inggris Pare pasti kenal bahkan akrab dengan suasana tempat ini.

4. Kampung Lebah

Madu merupakan salah satu jenis minuman tradisional yang sangat digemari masyarakat umum karena rasa dan khasiatnya yang luar biasa. Umumnya, mereka mengkonsumsi madu sebagai campuran jamu, makanan, dan diminum langsung. Dahulu, orang harus pergi ke hutan untuk mendapatkan madu murni dari sarang lebah untuk dikonsumsi ataupun dijual. Mereka harus rela berjalan hingga kiloan meter, siap menahan sakitnya sengatan lebah, bahkan menggunakan alat seadanya.

Lain dulu lain sekarang. Saat ini, lebah sudah bisa dibudidayakan dengan cara yang cukup unik dan sederhana di sekitar rumah dengan menggunakan gelodok. Karena potensi ekonominya yang cukup bagus, banyak orang yang menjadi petani lebah dan pengusaha madu murni. Bukan hanya di wilayah Sumbawa, di Kota Pare pun kini sudah bisa kita jumpai para petani lebah. Tepatnya di Desa Beringin Kecamatan Badas, sekitar 1 km dari area kursusan Kampug Inggris Pare. Budidaya lebah madu ini sudah digalakkan penduduk (atas dukungan pemerintah) sejak tahun 1985. Hingga kini, pusat pembudidayaan lebah ini mampu memproduksi madu hingga ratusan ton per tahunnya. Karena potensinya, di tahun 2012, Bapak Camat Badas yang saat itu dijabat oleh Bapak Suseno, S. Sos, menjadikan Desa Beringin sebagai “Kampung Wisata Usaha Ternak Lebah Madu“

5. Candi dan Gua Surowono

Kalau kita mendengar kata candi pastilah pikiran kita akan mengaitkan dengan zaman kerajaan dahulu kala. Borobudur dan Prambanan adalah dua candi yang sangat masyhur di Indonesia. Meski demikian, ternyata di sekitar Kampung Inggris Pare ada juga candi loh. Letaknya sekitar 5 kilometer dari pusat kursusan. Candi ini berada di Desa Canggu, Kecamatan Parem. Jika kita bersepedah dengan santai, dibutuhkan waktu kurang lebih 30 menit dari Kampung Inggris karena di sekitar Pare suasana macet masih langka kita temukan meski di hari libur. Selama perjalanan, kita bisa menikmati pemandangan sawah. Di desa ini masih cukup banyak masyarakat asli yang menjadikan bertani sebagai propesi dan sumber mata pencaharian.

Awalnya, kita bebas keluar masuk candi tanpa bayaran sepeser pun, tapi kini kita harus merogoh kocek. Tetapi tidak mahal kok, hanya Rp1.000. Ini bukan pungli loh… dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk biaya perawatan candi. Mungkin kalian agak penasaran mengapa bisa ada candi di Kampung Inggris Pare. Singkat cerita, candi berukuran 8×8 meter ini dibangun pada tahun 1400 Masehi sebagai tempat penyucian Raja Wengker yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Dan nama asli candi Surowono adalah candi Wishnubhawanapura.

Tidak jauh dari candi terdapat gua. Di zaman kerajaan Kediri dulu, gua ini digunakan sebagai rute rahasia untuk bersembunyi dan melarikan diri dari kejaran musuh. Bentuk gowa ini berupa lorong bawah tanah yang dialiri sungai. Konstruksi gua ini masih sama seperti bangunan awalnya. Ada beberapa arah bercabang yang bisa kita lewati untuk tembus di wilayah tertentu. Tetapi, menurut pengakuan juru kunci, hanya ada satu jalan saja yang dibuka. Jika kita masuk ke dalamnya, maka atap gua akan semakin rendah. Untuk bisa melewati tembusan mulut gua, kita harus merangkak karna kecilnya mulut gua.

Bukan hanya masuk ke candi, kita juga harus rela membayar Rp1.500 untuk masuk ke dalam gua untuk menikmati sensasi di zaman kerajaan dulu. Kami tidak merekomendasikan kalian masuk ke dalam gua, terutama bagi kalian yang punya asma, alergi dingin dan takut kegelapan, tapi bagi kalian yang ingin masuk, jangan lupa membawa pakaian salin. Karena gua yang panjangnya sekitar 60 meter ini dialiri air sedalam kurang lebih 1 meter, otomatis pakaian kita akan basah. Mulut gua ini berada sekitar 5 meter di bawah permukaan tanah. Dan jangan sekali-kali kalian masuk seorang diri. Di sana banyak sekali penduduk asli yang menawarkan jasa sebagai guide. Ongkosnya hanya Rp. 1.500 saja kok. Setelah kalian berhasil melewati mulut keluar gua, anda bisa beristirahat sambil jajan makanan dan minuman kampung di warung-warung terdekat.

Itulah beberapa spot tongkrongan terdekat di kampung Inggris Pare yang bisa kalian nikmati saat kalian berkunjung ke Pare, Kediri, untuk kursus bahasa Inggris. Untuk gambar pendukung, kalian bisa download di google image. Jangan khawatir, banyak kok teman-teman yang pernah kursus di Pare yang mengunduh dan mengunggah foto-foto tempat nongkrong di sini. Penasaran? Silahkan datang dan kunjungi beberapa spot tongkrongan Kampung Inggris Pare. Rasakan sendiri sensasinya.

Berbagi dengan Teman

Leave a Reply

HUBUNGI KAMI

HUBUNGI KAMI

 

VERIFIKASI PESAN ANDA